Hidupnya tak pernah sesuai harapan, selalu ada pilihan yang bertentangan, atas bawah, depan belakang, tawa luka, dan apa saja itu. Semua serba terbatas, bagai burung yang tak bisa terbang bebas, hanya diam dalam sangkar dengan rantai yang melekat di kakinya, ataupun berdiri itu tak lama, di mana . . . selalu ada beban yang menimpa inginkan dia jatuh terkapar tak berdaya,,
Dia pernah berjalan diantara persimpangan jalan yang semua penuh tawa bahagia. Penuh kesan senyuman. Tanpa pernah ia berharap semua itu kan jadi sebuah kenangan, kan jadi hiasan di dinding kehidupan. Dia tak pernah harap hal itu. Dia hanya ingin tertahan disitu saja,, bagai kala tidur berhias langit di awan yang gambarkan sejuta harapan.
Ketika dia duduk termenung pejamkan mata, dia pahami semua mimpi mimpinya, yang mana dia sadar . . jika dia bagaikan berharap ada


19.33
-_-